Laman
Jalan KH. Moh. Agus Desa Mudung Darat Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi
Selasa, 01 Oktober 2013
Drumband MARSE itulah sebutan bagi grub drumband kami saat ini,,,Marse akronim dari Maro Sebo,,,itu nama kecamatan kami guys,,,kami sering di panggil buat mengiringi pawai ta'ruf MTQ di kecamatan. seru pokoknya. bisa menghibur semua orang berikut dokumennya.
walaupun anggotanya masih junior,,,tapi lumayanlah buat menghibur dan memeriahkan parade di jalan,,,
Bangsa yang besar adalah bangsa
yang mengerti,memahami dan selalu menjadi cagar budaya bagi bangsanya sendiri,
begitulah kata para ahli budaya dan pakar pemerintahan, ini adalah prinsip dan
pola piker apalagi akhir – akhir ini tengah giat-giatnya melestarikan dan melindungi budaya asli
Indonesia. Sebagai kegiatan rutin pemda dan kemendikbud baik dalam kegiatan
FL2SN maupun O2SN, kamipun ikut ambil bagian dalam perhelatan tahunan ini, wal
hasil kami mendapatkan juara 5 tingkat propinsi.
Untuk
selain itu mas bro....sekolah kami ikut partisipasi dalam kegiatan
akbar MTQ tingkat propinsi di Muaro Jambi, kebetulan arena MTQ nya dekat
dengan sekolah kami, tidak hanya siswa-siswinya yang menjadi peserta
tari massal tapi guru-gurunya juga ikut paduan suaranya lho.... melihat jalannya kegiatan kami, ayo cek mas
bro dokumentasinya…..!!!!
Pawai ta'ruf MTQ Tingkat Propinsi
Persiapan TIM Tari massal siswi SMP Negeri 11 Muaro Jambi
suasana sebelum pembukaan MTQ
Great experience !!!!!
Rabu, 09 November 2011
HIKMAH BERQURBAN DI HARI RAYA IDULADHA
Nabi Ibrahim as, memperoleh
isyarat dari Allah SWT melalui mimpinya, agar menyembelih putra pertama yang
sangat disayanginya yaitu Ismail. Nabi Ibrahim berada di dalam suatu pilihan
yang dilematis. Satu sisi "Ismail" adalah putra yang telah lama didambakannya,
dan terlahir dari istri keduanya yaitu Siti Hajar, karena setelah sekian lama
pernikahannya dengan Siti Sarah (istri pertamanya) tak jua kunjung datang putra
yang didambakannya.
Memenuhi perintah Allah yang berarti mencintai Allah, atau menuruti keinginan hatinya mencintai "Ismail"?.Saat yang kritis itu mulai "cair" ketika niatan untuk menjalankan perintah Allah itu disampaikan kepada "Ismail" yang malah memberikan dukungan agar ayahnya (Ibrahim), memenuhi perintah Allah dengan berkata "wahai ayahanda, kerjakanlah perintah Allah, semoga engkau termasuk orang-orang yang sabar di sisi Allah SWT". Lalu siapa "Ismail" yang sekarang harus kita kurbankan? Tentulah bukan anak-anak kita yang kita sayangi (yaitu anak sebagi titipan dari yang sangat kita cintai yaitu Allah, Sang Pemilik, Sang Maha Rochman dan Rochim), karena Allah telah mengganti "Ismail" dengan hewan Kurban.
Memenuhi perintah Allah yang berarti mencintai Allah, atau menuruti keinginan hatinya mencintai "Ismail"?.Saat yang kritis itu mulai "cair" ketika niatan untuk menjalankan perintah Allah itu disampaikan kepada "Ismail" yang malah memberikan dukungan agar ayahnya (Ibrahim), memenuhi perintah Allah dengan berkata "wahai ayahanda, kerjakanlah perintah Allah, semoga engkau termasuk orang-orang yang sabar di sisi Allah SWT". Lalu siapa "Ismail" yang sekarang harus kita kurbankan? Tentulah bukan anak-anak kita yang kita sayangi (yaitu anak sebagi titipan dari yang sangat kita cintai yaitu Allah, Sang Pemilik, Sang Maha Rochman dan Rochim), karena Allah telah mengganti "Ismail" dengan hewan Kurban.
Lalu apa sebenarnya yang kita
kurbankan dalam kehidupan keseharian, setelah kita menyembelih hewan kurban
karena mencari keridhaan Allah?. Tidak lain adalah mengorbakan egoisme kita,
mengorbankan ketamakkan kita, mengorbankan dan menyembelih sifat-sifat
kebinatangan kita.
Korbankanlah cinta yang menggelora terhadap HARTA-BENDA, KEDUDUKAN, POPULARITAS dan PUJIAN DUNIAWI SEMATA. Karena mencintai Allah dengan mengerjakan perintahNya (dan tidak melanggar laranganNya) adalah hakekat sebenarnya dari esensi kemanusiaan dihadapan Tuhannya. Setan memiliki satu kesalahan dasar yaitu MENOLAK PERINTAH ALLAH, dan Adam a.s sebagai awal dari kehidupan individu manusia, pernah berbuat salah dengan MELANGGAR LARANGAN ALLAH. Sedangkan Allah tidak menciptakan manusia seperti setan atau seperti malaikat, karena Tuhan memberikan KEBEBASAN YANG AMAT MERDEKA untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.
Akankah kita memilih untuk menolak perintah Allah, atau kita akan memilih untuk senantiasa menjalankan perintah Allah (dengan tidak melanggar laranganNya)?.
Semoga kita memperoleh hidayahNya, untuk menjadi hamba yang selalu mencintaiNya dan dicintaiNya, Amien........
Korbankanlah cinta yang menggelora terhadap HARTA-BENDA, KEDUDUKAN, POPULARITAS dan PUJIAN DUNIAWI SEMATA. Karena mencintai Allah dengan mengerjakan perintahNya (dan tidak melanggar laranganNya) adalah hakekat sebenarnya dari esensi kemanusiaan dihadapan Tuhannya. Setan memiliki satu kesalahan dasar yaitu MENOLAK PERINTAH ALLAH, dan Adam a.s sebagai awal dari kehidupan individu manusia, pernah berbuat salah dengan MELANGGAR LARANGAN ALLAH. Sedangkan Allah tidak menciptakan manusia seperti setan atau seperti malaikat, karena Tuhan memberikan KEBEBASAN YANG AMAT MERDEKA untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.
Akankah kita memilih untuk menolak perintah Allah, atau kita akan memilih untuk senantiasa menjalankan perintah Allah (dengan tidak melanggar laranganNya)?.
Semoga kita memperoleh hidayahNya, untuk menjadi hamba yang selalu mencintaiNya dan dicintaiNya, Amien........
Berangkat dari kisah tauladan dari kisah
tersebut diatas, dengan tidak mengurangi rasa syukur kami kepada Allah SWT. SMP
Negeri 11 Muaro jambi menyelenggarakan kegiatan ibadah Qurban pada tahun 2011
ini. Yang di pelopori oleh ibu Masitha, S.Pd. dan denga di dukung oleh kepala
sekolah serta seluruh majelis guru serta TU, Alhamdulillah kegiatan tersebut
berjalan dengan sukses,meriah dan dengan diiringi rasa suka cita dari seluruh
murid SMP Negeri 11 Muaro Jambi. Dana yang berhasil dikumpulkan untuk melaksanakan
kegiatan ini berasal dari sumbangan Pribadi dan kepala sekolah, setelah
dikumpulkan selama setahun akhirnya berhasil membeli 2 ekor sapi dan 1 ekor
kambing. Daging hewan qurban tersebut di potong-potong sebangian dimasak untuk
dimakan oleh seluruh anak murid SMP Negeri 11 Muaro Jambi karena mayoritas anak
murid masih tergolongan tidak mampu seabagian lagi di bagikan ke masyarakat
sekitar sekolah yang tidak mampu. Berikut fhoto dokumentasi kegiatan qurban
2011.
Langganan:
Postingan (Atom)


























































